Wisnuwardhana (Bagian 1)

9:20 AM Faranggi Eva Lutvika 19 Comments




Panji Patipati berjalan perlahan, bersembunyi di balik semak dan bayangan malam. Dari kejauhan dia melihat Lembu Ampal bersama dua pengawal membawa Ranggawuni dan Mahisa Campaka masuk ke dalam hutan.

Malang nian nasib Ranggawuni dan Mahisa Campaka, setelah ayah dan tahta terenggut dari mereka, kini nyawa mereka pun dalam bahaya.

"Cepat jalan!" hardik Lembu Ampal pada Mahisa Campaka yang tampak kelelahan, dengan dua tangan terikat ke belakang, dia sudah menempuh jarak puluhan mil meninggalkan ibu kota sejak senja.

"Bersikaplah sopan, kami adalah-"

"Adalah apa?" Lembu Ampal memotong kalimat Ranggawuni, "Kalian hanya pangeran terbuang yang sebentar lagi mati atas perintah raja Singhasari."

Lembu Ampal mendorong tubuh Ranggawuni untuk kembali melanjutkan perjalanan, hingga mereka tiba di tengah hutan. Di bawah pohon besar Lembu Ampal memerintahkan dua pengawal untuk membuka tali yang mengikat tangan Ranggawuni dan Mahisa Campaka.

Perlahan Lembu Ampal menarik sebilah keris dan berkata.

"Ada pesan terakhir yang ingin kalian sampaikan?"

"Aku adalah pewaris tahta sebenarnya, tidak akan ada yang bisa mengubah hal itu."

"Maut lah yang akan mengubahnya."

Lembu Ampal mengangkat kerisnya dan mengacungkan ke arah Ranggawuni, jantung yang akan menjadi sasarannya. Namun keris itu batal bersarang ketika salah seorang pengawal jatuh tersungkur ke tanah.

Panji Patipati menarik pedangnya dan menusukan tepat di jantung pengawal kedua. Dia lantas melompat ke arah Lembu Ampal dan kini mata pedang itu berada tepat di leher Lembu Ampal.

"Sebelum kau menyentuh mereka, langkahi dulu mayatku," bisik Panji Patipati.

"Aku hanya melaksanakan tugas Paduka Raja."

"Raja siapa? Merekalah raja sesungguhnya," Panji Patipati menunjuk Ranggawuni dan Mahisa Campaka.

"Jika aku tidak melaksakan tugas ini, nyawaku taruhannya."

Di luar dugaan Panji Patipati menurunkan pedangnya.

"Kau tidak harus tunduk padanya, dia sama saja dengan Ayahnya. Hanya aib bagi Singhasari. Aku akan memberimu sebuah penawaran, bergabunglah bersama kami maka aku akan menjamin nyawamu."

***



Tohjaya duduk gelisah di atas singgasanannya, dengan memegang sebilah keris yang telah memakan banyak korban. Sebuah kutukan menghantui keris ini dan Tohjaya meski telah membalaskan dendam kematian Ayahnya dengan menusuk Anusapati bersama tahta yang akhirnya dia rengkuh dan menjadi orang nomor satu di Singhasari.

Kenyataannya hidupnya kini tak pernah tentram.

Terlebih setelah Pranaraja mengisyaratkan Ranggawuni dan Mahisa Campaka sebagai ancaman yang suatu hari bisa jadi membalas dendam atas kematian Ayah mereka, Anusapati.

Dia tidak ingin bernasib sama dengan orang-orang yang meregang nyawa di ujung keris terkutuk ini.

Itu sebabnya dia cemas, dia gelisah menunggu kabar berita yang harusnya dia terima pagi ini, namun hingga matahari meninggi kabar baik itu belum sampai juga di telinganya.


Pranaraja masuk ke dalam aula dengan berlari tergopoh-gopoh menghadap Tohjaya. Dia berlutut dan menyampaikan sebuah pesan baik yang Tohjaya tunggu sedari tadi.

"Suruh dia masuk!" perintah Tohjaya.

Pranaraja kemudian keluar dan kembali masuk bersama Lembu Ampal. Dengan sebilah keris berlumur darah yang ditunjukkan pada Tohjaya, Lembu Ampal berkata.

"Hamba telah melaksanakan tugas Paduka."

Tohjaya terseyum lega.


To Be Continued



Sedikit bercerita tentang cerbung satu ini, mungkin ada yang bertanya apakah cerita dari cerbungku ini merupakan kisah nyata, sebab mengambil dari latar belakang dari salah satu kerajaan terbesar di Tanah Jawa, Kerajaan Singhasari. Ah... Ini pasti ngarang bebas nih, ngerusak sejarah Anggi nih...

Aku memang mengambil latar belakang sejarah Kerajaan Singhasari setelah sepeninggal Ken Arok, karena jujur aku salah satu penggemar kisah Ken Arok dan Ken Dedes. Meskipun berlatar belakang sejarah dan ada sedikit fakta yang aku ambil dari kitab Parathon, tapi cerita ini masih memiliki unsur fiksi kok. ngerusak sejarah? Enggak dong. Aku cuma ingin membuat cerita seperti Drama Korea yang bergenre saeguk atau Kerajaan yang seringkali ceritanya melenceng dari sejarahnya itu sendiri. Sebut saja beberapa judul seperti Empress Ki atau Jang Ok Joong yang ceritanya jauh berbeda dengan fakta dari sejarah yang pernah ada. Tapi nggak ada yang protes tuh, malah banyak yang nonton. Aku cuma mau mengajak generasi muda untuk lebih mengenal sejarahnya dengan cara yang berbeda.

19 comments:

  1. Cerita ini bukan hanya mengajak generasi muda bahkan generasi tua seperti saya ini untuk mengenal sejarah yang berbeda, karena saya kurang mengenal sejarah kerajaan Singasari.

    Dengan adanya cerita ini saya sedikit mengerti. Ok, tak tunggu kelanjutannya.

    ReplyDelete
  2. Cerita yang langka...
    Banyak-banyaklah posting cerita sejarah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo katanya tahun 2017 mau aktif ngeblog lagi.

      Delete
  3. He..he..
    Hayoo lagi membicarakan keris mpu gandring punya ku kan 😂
    Cerita keris yang satu ini memang populer, apalagi latar belakangnya singosari

    ReplyDelete
  4. Baruu aja aku baca buku gajah mada, terus baca ini, kayaknya trs nyambung deh. Mbak, aku juga penggemar kisah ken dedes dan ken arok hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ternyata kita sama-sama penggemarnya Ken Arok dan Ken Dedes.

      Delete
  5. sejarah kerajaan singosari, intriknya ya mbak . perebutan tahta suda ada sejak dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Intrik perebutan tahta emaang sudah ada sejak dulu...

      Delete
  6. cerita fiktif yang masih nyambung sam sejarah ya
    ditunggu kelanjutannya!!

    ReplyDelete
  7. Paling seneng kalo baca cerita sejarah kaya gini :)
    Tapi sayang, masih belum selesai critanya,hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena ini cerbung, makanya tunggu cerita selanjutnya.

      Delete
  8. gaya ceritanya keren.... ditunggu kelanjutannya...

    ReplyDelete
  9. Ini cerita yang pernah dipublish di blog sebelah itu bukan?

    Cerita yang ditulis ada unsur sejarahnya, aku suka. Apa lagi cerita sejarah kerajaan jaman dulu.

    ReplyDelete
  10. Seru ceritanya ini. Tapi semoga ceritanya nggak seperti cerita drama berlatar sejarah di tipi ya. Maksudku semoga cerita Beneran beda.te ope begete lah

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan jejak!