Friday

1:49 PM Faranggi Eva Lutvika 10 Comments

“Di mimpiku kamu terlihat bahagia, aku senang. Dalam mimpiku itu kamu terlihat sibuk mewujudkan karya tanganmu jadi lebih nyata.”

Entah kenapa hari ini aku terbangun dengan sebuah pesan yang ku baca ulang. Setiap kata yang terangkai aku resapi perlahan hingga sadar, aku baru bangun diri mimpi. Ya mimpi, di hari ini meski bukan hari jumat tapi aku teringat tentang janji dan mimpi. Aku tahu meski aku tidak pernah berada di dalam mimpimu di tidur selepas sepertiga malam.
Ah dengan apakah aku harus menyebutmu? Kenangan? Jumat? 911? Atau angin?

Aku benci angin.
Seumur hidup aku berurusan dengan angin. Berembus sekejap lalu hilang selamanya. Yang ditinggalkan hanyalah gersang.
Aku berdoa, semoga kamu bukanlah angin. Tapi angin tetaplah angin. Tidak pernah kembali ke tempat pertama dia berembus.
Entah kamu ingat atau tidak.
Kita telah meliwati hari dimana kita ditakdirkan bertemu meski tak pernah terselesaikan. Meski sudah dua periode terlewati tapi rasa ini belum juga menemukan kata sudah.

Semoga kamu mengerti.

10 comments:

  1. Semoga di periode ketiga pertemuan menjadi nyata bersatu tak kan terpisahkan lagi.

    ReplyDelete
  2. Mbak Anggi stalker mbak endah yaaa??

    ReplyDelete
  3. Bisa jadi itu angin mbak, atau mungkin juga kipas angin. Yang penting ada anginnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku benci sama angin mas. nggarai masuk angin.

      Delete
  4. sesuatu yang dibenci biasanya berasal dari sesuatu yang dulunya begitu disukai..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho'oh... endach ngerti banget sih sama perasaan aku. terhura....

      Delete
  5. Ini curahan hati kah, mbk Anggi? 😀😀😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. anggap aja ini cuma cuap cuap iseng yg sebenernya boleh diseriusin.

      apa sih, maksudnya :D

      Delete

Jangan lupa tinggalkan jejak!